Target Pajak Tinggi, Rakyat Tak Punya Daya Beli Barang
![]() |
| Form Pembayaran Target Pajak Yang tinggi |
Pengamat ekonomi asal INDEF Aviliani mengaku target Rp 1.294,25 triliun sangat tinggi. Karena hal itu juga harga menjadi naik, dan daya beli masyarakat terlalu tinggi.
"Pajak jangan digenjot, itu
mengurangi konsumsi orang," ujarAviliani kepada
Tribunnews.com, di gedung Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu
(8/8/2015).
Aviliani mengaku dengan target penerimaan dari
pajak berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Karena itu Aviliani menghimbau Penghasilan Tidak Kena
Pajak (PTKP) yang didorong agar masyarakat bisa meningkatkan daya beli barang
dan menaikkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV 2015.
"Jadi PTKP yang lain digenjot.
Harusnya target pajak dikurangi dulu," ujar Aviliani.
Aviliani menambahkan bahwa negara tetangga
seperti Jepang sudah melakukan pelonggaran dari politik dumping, yang
memberatkan masyarakatnya.
Dengan target pajak yang tinggi, Aviliani menyebutkan masyarakat menengah
kebawah yang jadi korban.
"Genjot pajak mengorbankan
ekonomi. Jepang saja sudah melakukan relaksasi," kata Aviliani.

0 comments:
Post a Comment