Stephen Hawking
Pimpin Proyek Pencarian Alien
![]() |
| Ilmuwan Fisika-Stephen hawking |
Lewat proyek 'Breakthrough Listen' yang dibiayai miliuner Rusia, Yuri
Milner, Profesor Stephen Hawking akan mencari kehidupan lain di luar Bumi di
jajaran bintang Galaksi Bima Sakti.
Para astronom akan meneropong melalui teleskop paling tajam sedunia yang berada di AS dan Australia serta sinyal radio yang kuat.
Menurut Hawking, kekuatan alat terbaru ini 50 kali lebih sensitif dari alat sebelumnya dan lebih tajam 10 kali lipat lebih tajam untuk menangkap gambar.
Green Bank Observatory di West Virgina, tempat teleskop terbesar di planet ini dan Parkes Observatory di New South Wales telah dikontrak oleh proyek yang akan dimulai Januari 2016 itu. Keduanya akan tandem dengan Lick Observatory di California untuk mengirimkan gambar yang paling tajam yang pernah dibuat oleh manusia lewat teleskop.
Diluncurkan hari Senin 20 Juli di Royal Society di London, proyek ini dikerjakan oleh para ahli terkenal di bidangnya dengan Kosmologis Stephen Hawking sebagai kepala proyek Breakthrough Listen. Mereka adalah Lord Martin Rees, astronom kerajaan, Geoff Marcy, penemu puluhan planet di galaksi Bima Sakti, dan Frank Drake, veteran astronomer dari US yang mumpuni dalam upaya menemukan makhluk ekstraterresterial lewat SETI atau Search for extraterrestrial intelligence.
Menurut Hawking, usaha ini sangat penting karena menjawab pertanyaan paling hakiki manusia, "apakah kita punya teman di luar sana?"
"Manusia pada dasarnya makhluk pencari, makhluk pembelajar dan punya keingintahuan yang tinggi. Penting buat kita untuk mempertanyakan apakah kita sendirian di kegelapan semesta," kata Hawking seperti dikutip dari Guardian.
Proyek ini sendiri akan berjalan dalam 'sunyi', maksudnya, Bumi tidak akan memancarkan sinyal suara ke luar planet manusia. Proyek itu bertujuan mendengarkan sinyal radio di luar angkasa sana.
Para astronom akan meneropong melalui teleskop paling tajam sedunia yang berada di AS dan Australia serta sinyal radio yang kuat.
Menurut Hawking, kekuatan alat terbaru ini 50 kali lebih sensitif dari alat sebelumnya dan lebih tajam 10 kali lipat lebih tajam untuk menangkap gambar.
Green Bank Observatory di West Virgina, tempat teleskop terbesar di planet ini dan Parkes Observatory di New South Wales telah dikontrak oleh proyek yang akan dimulai Januari 2016 itu. Keduanya akan tandem dengan Lick Observatory di California untuk mengirimkan gambar yang paling tajam yang pernah dibuat oleh manusia lewat teleskop.
Diluncurkan hari Senin 20 Juli di Royal Society di London, proyek ini dikerjakan oleh para ahli terkenal di bidangnya dengan Kosmologis Stephen Hawking sebagai kepala proyek Breakthrough Listen. Mereka adalah Lord Martin Rees, astronom kerajaan, Geoff Marcy, penemu puluhan planet di galaksi Bima Sakti, dan Frank Drake, veteran astronomer dari US yang mumpuni dalam upaya menemukan makhluk ekstraterresterial lewat SETI atau Search for extraterrestrial intelligence.
Menurut Hawking, usaha ini sangat penting karena menjawab pertanyaan paling hakiki manusia, "apakah kita punya teman di luar sana?"
"Manusia pada dasarnya makhluk pencari, makhluk pembelajar dan punya keingintahuan yang tinggi. Penting buat kita untuk mempertanyakan apakah kita sendirian di kegelapan semesta," kata Hawking seperti dikutip dari Guardian.
Proyek ini sendiri akan berjalan dalam 'sunyi', maksudnya, Bumi tidak akan memancarkan sinyal suara ke luar planet manusia. Proyek itu bertujuan mendengarkan sinyal radio di luar angkasa sana.
Ada jutaan suara di luar angkasa, para
astronom harus benar-benar bisa memilih mana suara 'sampah', suara radio
transitor, atau suara orang iseng dengan suara dari SETI.
Hawking sendiri telah mewanti-wanti
untuk tidak berisik dan jangan coba-coba membalas sinyal apapun yang diterima
karena bisa jadi makhluk di luar angkasa mempunyai kebiasaan melakukan
kekerasan, sama dengan makhluk di Bumi, seperti agresif dan ancaman melakukan
genosida.
"Sebuah peradaban bisa
mendengar suara dari Bumi. Suara kita akan diterima miliaran tahun ke depan
oleh mereka. Jadi, bisa saja mereka jauh lebih maju dari kita saat suara
diterima olehnya, dan melihat peradaban di Bumi tidak sama seperti kita melihat
bakteria," kata ilmuan paling
kontroversial di jagad raya ini.
Proyek US$100 juta atau Rp 1,3 triliun ini dibiayai oleh Yuri Milner, seorang miliuner dari Rusia. Ia lebih tertarik membiayai proyek-proyek pencarian makhluk ET dibanding menyelesaikan Phd nya di bidang fisika.
Proyek US$100 juta atau Rp 1,3 triliun ini dibiayai oleh Yuri Milner, seorang miliuner dari Rusia. Ia lebih tertarik membiayai proyek-proyek pencarian makhluk ET dibanding menyelesaikan Phd nya di bidang fisika.
Nama Yuri dipilih orangtuanya karena kelahirannya
persis sama saat Yuri Gagarin berhasil ke luar angkasa tahun 1961.
"Tanggung jawab kita sebagai manusia yang mampu membuat peralatan canggih untuk menjawab pertanyaan paling hakiki, 'apakah kita sendirian?'" kata Milner.
Kepala ilmuan NASA Ellen Stofan pada 7 April lalu dalam sebuah diskusi panel mengatakan bahwa manusia akan menemukan jejak makhluk luar angkasa dalam 10 tahun ke depan.
"Saya pikir, usaha manusia mendapatkan indikasi kuat bahwa ada kehidupan lain di luar Bumi akan terjadi dalam satu dekade ke depan. Dan bukti nyata berhadapan dengan mereka dapat terjadi 20 hingga 30 tahun lagi," katanya seperti dikutip dari SPACE. (Rie/Ein).
"Tanggung jawab kita sebagai manusia yang mampu membuat peralatan canggih untuk menjawab pertanyaan paling hakiki, 'apakah kita sendirian?'" kata Milner.
Kepala ilmuan NASA Ellen Stofan pada 7 April lalu dalam sebuah diskusi panel mengatakan bahwa manusia akan menemukan jejak makhluk luar angkasa dalam 10 tahun ke depan.
"Saya pikir, usaha manusia mendapatkan indikasi kuat bahwa ada kehidupan lain di luar Bumi akan terjadi dalam satu dekade ke depan. Dan bukti nyata berhadapan dengan mereka dapat terjadi 20 hingga 30 tahun lagi," katanya seperti dikutip dari SPACE. (Rie/Ein).

0 comments:
Post a Comment