Ruang Belajar Yang Tidak Layak Pakai

Dana Pendidikan Triliunan, Siswa di Jambi Belajar di Kelas Bobrok

Pelajar SD di di Merangin-Jambi,Sedang belajar di Bekas rumah kedinasan yang tidak layak pakai.

Puluhan siswa kelas 1 hingga 3 SD di Merangin, Jambi harus belajar di ruang kelas bekas rumah dinas yang tak layak pakai. Hal ini akibat keterbatasan ruangan dan tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (8/8/2015), apabila tidak ada anak-anak berseragam sekolah, bangunan ini tampak seperti rumah tinggal biasa. Namun siapa sangka, ruangan berukuran 4 x 6 meter ini adalah ruang kelas SD Negeri 143 Kungkai II di Kecamatan Merangin, Jambi.
Atap sekolah ini lapuk dan hampir roboh. Begitu pun dinding kayunya yang berlubang di mana-mana.
Kondisi ini sudah berlangsung 5 tahun. Dan selama itu pula, 60 siswa kelas 2 hingga 3 SD harus belajar di ruang sempit ini.
Dulunya ini adalah rumah dinas untuk para guru. Namun karena keterbatasan ruangan kelas, pihak sekolah pun terpaksa menggunakan rumah dinas ini sebagai ruang kelas.
Para siswa sudah seharusnya belajar di ruangan yang aman dan layak. Apalagi siswa kelas satu SD yang baru saja masuk sekolah.
Padahal alokasi dana untuk pendidikan di Kabupaten Merangin, Jambi tidaklah sedikit. Jumlahnya mencapai Rp 2,3 triliun.
Kita tunggu saja sampai kapan anak-anak bangsa ini akan belajar di ruangan tak layak pakai. (Nda/Rmn)

 

 

Share on Google Plus

About Ataz Sinurat

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment