Minim Sentimen
Positif, IHSG Berlabuh di Zona Merah
Laju
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berlabih di zona merah jelang akhir
pekan. Belum ada sentimen positif yang bisa mendorong IHSG.
Pada penutupan perdagangan saham jumat (7/8/2015), IHSG turun 36,26 poin (0,75 persen) ke level 4.770,30. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,91 persen ke level 811,45. Seluruh indeks saham acuan tertekan pada perdagangan hari ini.
Pada penutupan perdagangan saham jumat (7/8/2015), IHSG turun 36,26 poin (0,75 persen) ke level 4.770,30. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,91 persen ke level 811,45. Seluruh indeks saham acuan tertekan pada perdagangan hari ini.
Ada sebanyak 183 saham melemah sehingga
menekan IHSG. Hanya ada 74 saham menguat sehingga tak mampu mendorong IHSG ke
zona hijau. Di luar itu, terdapat 102 saham lainnya diam di tempat.
IHSG sempat berada di level tertinggi
di 4.804,32 dan terendah 4.760,90. Transaksi perdagangan saham hari ini tidak
terlalu ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 152.881 kali dengan
volume perdagangan saham 3,92 miliar saham. Nilai transaksi harian saham
sekitar Rp 3,29 triliun.
Secara sektoral, delapan saham kompak
melemah Sedangkan dua sektor menguat. Sektor yang mampu bertahan di zona hijau
adalah sektor barang konsumsi yang naik 0,11 persen dan sektor perdagangan yang
turun 0,29 persen.
Sektor yang mengalami penurunan
tertinggi adalah sektor aneka industri dengan besaran penurunan mencapai 2,06
persen. Disusul kemudian sektor keuangan yang melemah 1,35 persen dan sektor
pertambangan yang turun 1,30 persen.
Investor asing masih melanjutkan aksi
jualnya sehingga menekan laju IHSG. Berdasarkan data RTI, investor asing
melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 200 miliar. Sedangkan pemodal lokal
melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 200 miliar.
Saham-saham lapis kedua dan ketiga
menjadi penggerak indeks saham dan mencatatkan penguatan pada hari ini. Saham
POLY naik 33,82 persen ke level Rp 91 per saham, disusul saham IATA menguat 23,53
persen ke level Rp 63 per saham, dan saham AGRT mendaki 20 persen ke level Rp
120 per saham.

0 comments:
Post a Comment